Yuzthiecha's Blog

PETIR

Posted on: Maret 23, 2011

Petir atau halintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan dimana dilangit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan asanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

 

Proses terjadinya petir

Terdapat 2 teori yang mendasari proses terjadinya petir :

  1. Proses Ionisasi
  2. Proses Gesekan antar awan

a. Proses Ionisasi

Petir terjadi diakibatkan terkumpulnya ion bebas bermuatan negative dan positif diawan. Ion listrik dihasilkan oleh gesekan antar awan dan juga kejadian. Ionisasi in disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai dari cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan padat(es) menjadi cair.

Ion bebas menempati permukaan awan dan bergerak mengikuti angin yang berhembus, bila awan-awan terkumpul di suatu tempat maka awan bermuatan akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menyambar permukaan bumi maka inilah yang disebut petir

b.Gesekan antar awan

Pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses bergeraknya awan ini maka saling bergesekan satu dengan yang lainya , dari proses ini terlahir electron-electron bebas yang memenuhi permukaan awan. proses ini bisa digambarkan secara sederhana pada sebuah penggaris plastic yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan mampu menarik potongan kertas.

Pada suatu saat awan ini akan terkumpul di sebuah kawasan, saat inilah petir dimungkinkan terjadi karena electron-elektron bebas ini saling menguatkan satu dengan lainnya. Sehingga memiliki cukup beda potensial untuk menyambar permukaan bumi.

Petir dapat terjadi antara

  • Awan dengan awan
  • Dalam awan itu sendiri
  • Awan ke udara
  • Awan dengan tanah (bumi)

 

 

PENANGKAL PETIR

Penangkal petir terbadi menjadi 2, yaitu pasif dan aktif.
Tujuannya ialah melindungi suatu wilayah dari sambaran petir. Cara kerja penangkal petir ialah menyalurkan/menghantarkan energi listrik dari petir utk dinetralkan di bumi.Petir menyambar melalui media udara merambat lewat media yang dipenuhi partikel elektron.

Pada penangkal petir jenis pasif. hanya berupa batang penangkal yg terbuat dari logam (biasanya besi/baja) dan berada lebih tinggi dari bangunan yg dilindunginya.
dimana sifat hantarnya lebih baik dari material yg ada disekelilingnya. dengan demikian diharapkan jika terjadi sambaran petir, yg tersambar adalah penangkal petir tersebut. yg kemudian menghantarkan energi listriknya lansung ke tanah (dinetralkan)

Pada penangkal petir jenis aktif. lebih kurang sama seperti penjelasan anda. dimana kemampuannya didapat dari ketinggian dan radius wilayah yg dilindungi.

 

Prinsip kerja penangkal petir adalah mengumpulkan muatan sebanyak mungkin di ujung penagkal petir sehingga tercipta medan listrik. Medan listrik ini selanjutnya akan mempolarisasi udara sekitarnya sehingga udara menjadi bermuatan listrik. Udara yang bermuatan listrik ini selanjutnya akan menetralkan muatan listrik yang ada di awan sehingga mencegah terjadinya petir.

Alat penangkal petir antara lain:

1. Penangkal Petir Konvensional ( Sistem Faraday)

2. Penangkal Petir Radioaktif

3. Penangkal Petir Sistem Elektrostatik dan Membran.

 

Alasan ujung penangkal petir dibuat runcing adalah agar muatan yang terkumpul pada ujung penangkal petir sebanyak mungkin sehingga menghasilkan medan magnet yang sangat kuat.

 

 

Sikap terhadap petir yang sering menewaskan manusia:

 

Petir sebenarnya dapat kita sikapi dengan cara gedung-gedung bertingkat dan menara/tower tinggi harus diberi penangkal petir yang dibuat dari logam dan berujung runcing dan dihubungkan dengan penghantar ke tanah. Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian.

 

 

 

Jika cuca mendung dan memungkinkan terjadinya petir, bagi manusia jangan berada ditempat terbuka, karena tubuh manusia dapat tersambar petir. Jangan menyalakan barang-barang elektronik seperti televisi, radio dll.

 

Tindakan terhadap fenomena tersebut :

  1. Apabila sebuah bangunan yang tinggi dengan memasang penangkal petir. Apabila ada petir akar menyambar alat penangkal kemudian disalurkan melalui kawat besar yang terbuat dari tembaga atau kuningan menuju ke tanah.
  2. Apabila terjadi hujan dan petir, lebih baik kita menghindar di tempat terbuka.
  3. Untuk menhindari kerusakan alat listrik di rumah apabila terjadi hujan dan petir adalah mematikan listrik, mencabut saluran antene di televisi, dan mencabut kabel telepon.
  4. jangan berdiri dibawah pohon karena seseorang akan berpotensi terkena sengatan listrik secara langsung yang mengalir di tanah .
  5. jangan tertelungkup di tanah.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Tidak ada
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

%d blogger menyukai ini: